Angel Band

Edukasi

Penerus Dinasti Muwahhidun yang Budiman

Pasca masa pemerintahan Yusuf bin Abdul Mu’min, posisi Amirul Mukminin di dinasti Muwahhidun dipegang oleh putranya, Ya’qub bin Yusuf bin Abdul Mu’min. Ia adalah seorang putra yang memiliki sejarah politik semasa ayahnya sebagai Amirul Mukminin. Karena memiliki julukan al-Manshur, maka ia dikenal sebagai Ya’qub al-Manshur al-Muwahhidi. Dalam buku referensi terbaik Islam yang membahas Yaqub bin Yusuf bin Abdul Mukmin beliau adalah penerus dinasti yang budiman.

Ibnu Khalikua, seorang sejarawan muslim, menggambarkan wujud fisik dan karakter Ya’qub bin Yusuf bin Abdul Mukmin. Dia mengatakan Ya’qub berkulit hitam manis, posturnya cukup tinggi, wajahnya cantik, alisnya tebal, dia jongkok, dia berbicara dengan tegas dan dia punya banyak pengalaman, terutama di bidang politik. Sedangkan ayahnya menjabat sebagai Panglima Setia, Ya’qub menjabat sebagai menteri. Dia begitu dipercaya dalam menjalankan kepercayaannya sehingga dia sering mengawasi para petugas yang bekerja di bawahnya.

Saat ayahnya meninggal, para petinggi Bani Abdul Mu’min berkonsultasi untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Yusuf bin Abdul Mu’min. Akhirnya mereka memutuskan bahwa Ya’qub bin Yusuf harus menggantikan ayahnya dan kemudian mempercayainya. Ia resmi menjadi penerus ayahnya dan segera menjalankan fungsinya.

Pada masa kepemimpinannya, dinasti ini mengalami masa kejayaannya. Tidak disebutkan dalam Qisshoh al-Andalus min al-Fath ila as-Suquth dari Dr. Raghib as-Sirjani bahwa ada tindakan kekerasan yang dilakukan selama pemerintahannya. Tidak seperti pendahulunya yang terkenal, dia sangat otoriter, kejam dan suka menumpahkan darah rakyatnya. Sebagaimana kita ketahui, kekerasan bukanlah metode dakwah yang diajarkan Nabi.

Dalam kepemimpinan pemerintahan, Ya’qub bin Yusuf dikenal sebagai pemimpin yang berkeadilan, wara ‘, dan sangat teliti dalam memperhatikan masalah keagamaan. Ia juga tegas dalam mendukung hukum Islam. Terbukti bahwa dia juga berpartisipasi dalam penuntutan terhadap kerabat dan anggota keluarganya jika dia tertangkap basah. Saat itu, pemerintah tergolong stabil dan terkendali. Ya’qub juga berhasil menaklukkan beberapa provinsi.

Hal lain selain masalah politik dan penegakan hukum yang mendapat perhatian adalah infrastruktur. Pada masanya dia membangun hostel militer dan memastikan kesejahteraan tentaranya. Dalam keadaan lain, dia juga memerintahkan ummatnya untuk membaca basmalah dalam surat al-Fatihah dalam doa. Sebagian mengikuti, sebagian lagi bukan karena perbedaan pendapat bacaan basmalah di al-Fatihah.

Selama 15 tahun (1184-1199 M) Yaqub bin Yusuf menjabat sebagai Amirul Mukminin, riwayat hidupnya cukup baik. Dia diakui sebagai penguasa dengan kepribadian yang kuat dan pemerintahannya dianggap sebagai masa kejayaan. Yaqub bin Yusuf adalah orang yang bijaksana. Ia dibandingkan dengan Abdurrahman ad-Dakhil, Abdurrahman an-Nashir dan beberapa khalifah dinasti lainnya yang dianggap sebagai perintis dan pemimpin terbaik Islam. Karena di usia muda dia bisa menjadi pemimpin yang menjalankan pemerintahan secara stabil dan aman. Pertama, perubahan model pemerintahan yang dilaksanakan oleh para pemimpin sebelumnya. Itu tidak menggunakan kekerasan untuk mendukung hukum Islam. Dia bahkan diberitahu bahwa dia ingin membantu kebutuhan wanita atau orang lemah yang membutuhkan bantuan yang dia temui di jalan.

Selain piawai berpolitik, ia juga taat beribadah. Dia sering mengantarkan pencak silat ke masjid. Zuhud bertindak karena dia hanya memakai pakaian yang terbuat dari bulu kasar berkualitas. Dalam mewujudkan amar ma’ruf dan nahi munkar, ia menentang praktik mengonsumsi minuman keras dan membakar buku-buku filsafat karena ia adalah pemimpin yang menolak filsafat. Perhatiannya saat itu tertuju pada infrastruktur dan obat-obatan. Bahkan Ya’qub membangun beberapa rumah sakit dan menjaga kesehatan masyarakat. Dia juga suka mengunjungi rumah sakit untuk mengunjungi orang sakit. Dia membuat kebiasaan ini sampai kematiannya.

Ya’qub juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, khususnya bagi para ulama. Para ulama, sufi dan hadits mendapat perhatian khusus. Secara khusus, mereka sembuh. Ia rajin mengajak yang saleh untuk meminta doa. Dalam aliran pemikirannya, dia lebih condong ke sekolah Ibnu Hazm azh-Zahiri, sampai dia mencabut buku-buku yang berhubungan dengan subjek furu ‘. Dia meminta umatnya untuk memperjuangkan Alquran dan tradisi otentik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *